250 Guru Ma’arif NU Menerima Bantuan BAZNAS Kab.Pekalongan

Kajen (11/5/2020) – Baznas Kabupaten Pekalongan kembali salurkan bantuan paket sembako tahap kedua bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Bantuan paket sembako tahap kedua ini diberikan untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19 khususnya pada bulan ramadhan seperti saat ini. Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron menuturkan bahwa dana yang dialokasikan untuk bantuan tahap kedua ini sejumlah 400 juta rupiah dalam bentuk paket sembako bagi para Kyai,para mubaligh dan mubaligoh,para guru-guru honorer, pengurus masjid,marbot masjid,takmir masjid,kaum duafa dan juga yatim piatu, serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa Thailand yang berjumlah lima orang.  ‘’ Ini yang masjid ada 800 an plus minusnya yang sudah kita alokasikan 1600 paket, terus yang guru-guru  yang belum memiliki NUPTK dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU itu ada 250, yatim piatu kita alokasikan 50 dengan tambahan tokoh masyarakat 214 dan juga untuk mubaligh dan mubaligoh yang kita fokuskan kesitu karena dibulan-bulan pandemi ini kan tidak ada job untuk diundang ceramah kemana-mana dan juga mahasiswa Thailand yang berjumlah 5 orang yang telah diusulkan,’’ kata ketua Baznas Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu Bupati Pekalongan, mengatakan bahwa dengan adanya bantuan paket sembako tahap kedua ini diharapkan bisa memberikan semangat bagi masyarakat di bulan ramadhan dalam situasi musibah wabah virus Corona seperti saat ini. ‘’ Harapanya ini mudah-mudahan bisa memberikan spirit bagi kita semua agar dalam situasi ramadhan dan situasi yang masih dilingkupi wabah virus Corona yang trendnya di Kabupaten Pekalongan ini belum menunjukan trend penurunan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Bupati Asip juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan supaya tetap menjalankan physical dan social distancing, serta menggunakan masker dalam kegiatan sehari-hari yang harus dijalankan ditengah situasi seperti saat ini. ‘’Saya berpesan agar protokol tentang physical dan social distancing ini tetap kita jalani bareng-bareng. Memang kita akui sekarang ini semenjak masuknya bulan puasa kalau sore itu pasti ramai sekali. Oleh karena itu,jika bepergian harus wajib menggunakan masker sebagai bentuk ikhtiar kita bersama agar ketika kita sakit itu tidak menularkan kepada yang sehat begitupun sebaliknya,’’. Pesan Bupati Asip Kholbihi