Ketua melepas kontingen SAKO Ma’arif NU pada Perkemahan Kebangsaan

Pekalongan – Kontingen Sako Ma’arif NU Kab. Pekalongan dilepas oleh Dr. H Muhlisin, M.Ag , Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan menuju perkemahan kebangsaan di bumi perkemahan candra birawa Karanggeneng Semarang. Pelepasan digelar di halaman gedung NU Kabupaten Pekalongan, Jum’at (8/11/19). Pelepasan ini dihadiri oleh pengurus Sako Ma’arif NU Pekalongan dan Pengurus PC. LP. Ma’arif NU Pekalongan.

Sebelum pengarahan dan pelepasan oleh Ketua Ma’arif, Edi Subhan selaku pimpinan kontingan melaporkan bahwa kotingen perkemahan kebangsaan dari Kabupaten Pekalongan, diikuti oleh 9 Pembina dan 20 Penegak. Direncanakan kegiatan berlangsung hingga tanggal 10 November 2019. Dijadwalkan Gubernur Jawa Tengah akan membuka kegiatan tersebut. Edi Subhan menambahkan bahwa rangkaian kegiatan di bumi perkemahan Karanggeneng tersebut meliputi Penguatan keaswajaan, Orasi Kebangsaan tentang Penolakan Radikalisme, Religion Night Tour ( Ziarah ), Penjelajahan ke Curug Lawe , Survival dan Scouting skill, Bedah SKU Siaga Mula, Penggalang Ramu, Penegak Bantara, Presentasi Per Golongan dan pengumpulan hasil Presentasi Per Golongan dan pengumpulan hasil.

Dalam pengarahannya, Muhlisin menguraikan tentang pentingnya kemah kebangsaan. Diantaranya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan pembentukan karakter dengan cara mengikuti kegiatan yang positif seperti kegiatan pramuka yang dalam kegiatannya membiasakan utuk disiplin, peduli, jujur dan bertanggung jawab. “Seluruh anggota sako ma’arif harus menumbuhkan semangat nasionalisme dalam rangka mengantarkan bangsa yang semakin kokoh dan berkarakter, dan juga memperkokoh eksistensi satuan komunitas ma’arif (SAKOMA) sebagai organisasi kepanduan yang menjadi subsistem dalam system kepramukaan di Indonesia” tutur Muhlisin dalam sambutannya.

Ketua LP Ma’arif NU Pekalongan juga menegaskan agar bisa meningkatkan tata kelola satuan komunitas Ma’arif Nu ( SAKO MA’ARIF) agar mampu menjadi organisasi kepanduan yang profesional sehingga mampu menjawab tantangan era revolusi industri 4.0.