Ribuan siswa Ma’arif NU meriahkan Pawai Hari Santri

Kedungwuni. Ribuan orang mengikuti Pawai Hari Santri Tahun 2019 tingkat Kabupaten Pekalongan yang dipusatkan di Kedungwuni, Jumat (1810). Salah satu kekuatan yang meramaikan pawai adalah siswa siswi pada Madrasah dan Sekolah yang berada di bawah pembinaan Lembaga pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan. Selain itu, massa yang turut hadir dan memeriahkannya adalah para santri dari berbagai Pondok Pesantren, anggota Banser, GP. Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, mahasiswa Politeknik Pusmanu, mahasiswa ITS NU, santri Madrasah Diniyah, santri TPQ dan unsur lain di lingkungan NU. Salah satu siswi dari Madrasah Ibtidaiyah Proto, Syifa mengaku semangat mengikiti pawai hari ini. Menurutnya inilah cara menguatkan semangat perjuangan santri. “Senang ikut ini, bangga deh jadi santri, dan saya memang berencana mau mondok di Pesantren, pada tahun depan setelah lulus dari MI, ” katanya saat ditemui Reporter Maarif.

Rute pawai dimulai dari Lapangan Capgawen Kedungwuni menuju sepanjang jalan Raya Kedunguwni hingga finish di Lapangan Bebekan, kompleks Kantor Kecamatan Kedungwuni, yang berdekatan dengan Kantor PCNU Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan pantauan, warga sangat antusias sehingga tumpah ruah di sepanjang rute pawai.  Para peserta pawai meneriakan yel-yel, shalawat, dan lagu-lahu perjuangan Subbanul Wathan dan berswa foto ria. Lantunan salawat dan nyanyian lagu “Syubbanul Wathon” terdengar merdu dari setiap rombongan. Rombongan yang tiba di depan Panggung kehormatan, disambut Oleh Bupati Pekalongan, Ketua PCNU, dan Para tokoh Lembaga dan Badan otonom di lingkungan PCNU Kabupaten Pekalongan.

Khusus rombongan Satuan Pendidikan Maarif, masing-masing satuan pendidikan menampilkan beragam potensinya. Dengan mengenakan baju putih dan sarung batik bagi laki-laki dan rock batik bagi perempuan, mereka tampak semangat di bawah terik cuaca panas. Di antaranya, ada yang membawakan atraksi drumb band, peragaan pasukan walisongo, peragaan pasukan santri, peragaan busana Kyai, dan berbagai variasi simbol-simbol Pondok Pesantren. Salah satu penonton, Ibu Khomsatun juga terharu melihat semarak pawai tersebut. “ aku melu seneng, nek nyawang ngene iki, aku dungo mugo2 putuku sok iso dadi santri lan dadi wong solih”, begitu selorohnya. (ibnu salym)