Sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk di MI Ma’arif NU Kalijambe Sragi

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu prioritas nasional pengendalian penyakit menular di Indonesia. Upaya pengendalian DBD masih perlu ditingkatkan, mengingat daerah penyebarannya saat ini terus bertambah luas dan Kejadian Luar Biasa (KLB) masih sering terjadi. Sebagai wujud menyadarkan warga masyarakat terhadap bahaya penyakit ini secara dini,  maka Puskesmas Sragi II bekerja sama dengan MI Ma’arif NU Kalijambe mengadakan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik sejak dini bagaimana mengantisipasi terjangkitnya DBD.  Salah satu upaya pencegahan khususnya diwilayah kecamatan sragi yaitu kita bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk memberikan penyuluhan salah satunya adalah memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi di MI Ma’arif NU kalijambe ini pada hari Sabtu, 28 September 2019. Kegiatan yang dipandu oleh Bapak Abdul Azis ini difasilitasi langsung dari Puskesmas Sragi II. Menurutnya, di wilayah kecamatan Sragi setiap tahunya mesti ada kejadian luar biasa sehingga upaya preventif merupakan bentuk upaya untuk memutus siklus DBD ini.

Senada  dengan Pak Aziz, Bapak Fatchurochman,S.Pd.I selaku kepala MI Ma’arif NU Kalijambe juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi siswa agara siswa mendapatkan pengetahuan bahayanya penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk tersebut dan upaya pencegahannya. Hal ini menjadi pentinmg untuk diketahui anak-anak khususnya siswa-siswi MI Ma’arif NU Kalijambe. Sosialisasi ini juga  sebagai salah satu bentuk pembekalan kesehatan guna membiasakan diri peserta didik untuk hidup bersih dan sehat.

Menurut Mirzam Imansyah, salah satu siswa madrasah yang mengikuti kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat baik bagi saya dan teman-teman sebab kami dapat mengetahui bagaimana cara mencegah penularan penyakit demam berdarah. Pada kesempatan tersebut juga langsung mempraktikkan bagaimana caranya memberantas nyamuk aides yaitu dengan 3M ( menguras, menutup, mengubur). Selain itu juga dikenalkan bagaimana cara penggunaan bubuk abate yang efektif dan tepat sasran.  Kegiatan ini menjadi sangat penting untuk mengantisipasi jatuhkan korban khususnya bagi anak-anak yang mengalami sakit DBD disebabkan oleh nyamuk. Di akhir kegiatan, petugas dari Puskesma juga menandaskan pentingnya anak-anak turut memantau jentik-jentik nyamuk yang ada dilingkungan sekitar rumah. Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini juga dikandung maksud untuk  mengantisipasi agar tidak ada korban DBD  lagi di masa yang akan datang. Kalaupun ada, dapat diminimalisir jumlahnya.(ibnu salym)