Peringati Harlah ke XXVI, MASS Proto Mengaji 300 Khataman

Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Proto menggelar peringatan hari lahir (harlah) ke XXVI dengan melaksanakan “MASS Proto Mengaji 300 Khataman”. Tidak tanggung-tanggung, seluruh siswa, segenap asatidz hingga para alumni, turut serta melaksanakan khataman quran sebanyak 357 kali, dimulai pada Hari Rabu (11/09) hingga Kamis (12/09). Jumlah tersebut telah melebihi target yang direncanakan yakni 300 khataman.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Ahmad Muhaimin SPdI mengungkapkan, kegiatan khataman menjadi salah satu ciri khas yang dimiliki oleh MA yang dipimpin oleh Misbahuddin SAg Al Hafidz ini. “MASS Proto dikenal sebagai madrasah yang memiliki karakteristik alquran, sehingga kegiatan ini alhamdulillah sudah rutin kami laksanakan dalam rangka menyambut harlah,” tuturnya.

Pembukaan kegiatan khataman dilaksanakan Rabu (11/09) pagi dengan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, H Kasiman Mahmud Desqy MAg, Ketua Yayasan Salafiyah Syafi’iyah Proto, KH Abdul Basith Al Hafidz, segenap pengurus yayasan, serta masyarakat Desa Proto Kecamatan Kedungwuni. Ahmad Muhaimin menuturkan, tujuan kegiatan khataman ini diantaranya adalah untuk membiasakan para peserta didik membaca serta menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran.

Pelaksanaan khataman yang mengusung tema “Mensucikan Diri dengan Kalamullah” ini, dilaksanakan serentak oleh seluruh peserta dengan masing-masing membaca 15 hingga 30 juz Alquran.

“Sistem pelaksanaannya dilakukan serentak. Masing-masing peserta mendapat tugas membaca 15 juz, sedangkan untuk hafidz/hafidzah bertugas membaca 30 juz,” jelasnya.

Sebagai madrasah yang memiliki tagline “One Day Four Ayat”, saat ini telah memiliki 10 asatidz/asatidzah yang telah berhasil menjadi hafidz dan hafidzah. Selain itu, telah banyak pula para siswa MASS Proto yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Alquran.”Kondisi ini tentu menjadi motivasi bagi siswa maupun asatidz/asatidzah lain agar juga bisa menjadi hafidz/hafidzah,” imbuhnya.

Memasuki usia ke-XXVI, pihaknya berharap agar keberadaan MA yang berdiri sejak tahun 1993 ini semakin mampu menjadi madrasah yang kokoh, istiqomah dalam menjalankan tugasnya sebagai pencetak generasi qurani yang cerdas. “Usia 26 ini adalah usia dewasa, sehingga harapannya para asatidz semakin semangat dalam mendidik siswa dan ilmu yang dimiliki siswa nanti juga dapat membawa manfaat,” harapnya.

Sebagai penutup kegiatan, pihaknya menggelar khotmil quran pada Hari Kamis (12/08) yang juga diisi dengan pembacaan tahlil serta doa-doa. Pembacaan khotmil quran dipimpin oleh perwakilan dewan guru MASS Proto, Kyai Ahmad Shodiq S.Q Al-Hafidz dan KH. Nur Azizi Lailun Fasy, serta KH. Abdul Basit Al-Hafidz, selaku Ketua Yayasan Salafiyah Syafi’iyah Proto sebagai pemimpin tahlil.