LP. Maarif Bidang MTs Menggelar Workshop Operator IT di MTs 45 Wiradesa

Wiradesa. Bertempat ruang laboratorium Komputer MTs 45 Wiradesa, Pengurus Maarif bidang MTs telah mengadakan Workshop Operator IT Satuan Pendidikan. Menurut H. Hasanudin, S.Pd.I, Wakil Ketua Maarif Bidang MTs kegiatan worskshop ini focus pada target Pendataan MTS di lingkungan LP Ma`arif NU Kabupaten Pekalongan, yang berjumlah 27 satuan pendidikan. Selain operator, workshop yang dilaksanakan pada hari Rabu 13 September 2019 juga dihadiri oleh perwakilan Kepala MTs. Kami menfasilitasi Admin Data Maarif tingkat Kabupaten, Saudara Zamzami, dengan mengundang Madrasah Tsanawiyah yang dikoordinasikan oleh LP Ma`arif untuk melakukan pendataan” ungkapnya. Lebih lanjut Hasanudin yang juga Kepala MTs Maarif Karanganyar berharap dengan adanya data, Madrasah Tsanawiyah NU dapat termotifasi untuk berkembang dan meningkat kualitasnya.

Sebagai tuan rumah, kepala MTs 45 Wiradesa, Mei Dian Nitiasri, S.Pd. menyampiakan ucapan terima kasih atas kepercayaannya menjadikan mts 45 Wiradesa menjadi tempat pelaksanaan workshop operator IT satuan pendidikan. “ Kami mohon maaf karena belum bisa memberikan pelayanan yang optimal pada peserta workshop karnea ruangan yang terletak pd lantai tiga, dengan ketersediaan jaringan kapasitas internet yang kurang maksimal”, tambahnya. Diakhir perbincangan Ibu Kepala berharap agar kegiatan workshop operator IT dapat berjalan dengan baik sesuai dengan target sebagaimana yang tekah ditentujan. Dengan pendataan yang valid, maka lembaga pendidikan Maarif akan mampu memberikan pembinaan pada seluruh satuan pendidikan secara tepat, efektif dan efisien.

Sementara pada saat sambutan pengarahan, Ketua PC LP Maarif NU Kabupaten Pekalongan, DR. Muhlisin menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap pengurus Maarif Bidang MTs atas terlaksananya pendataan ini, mengingat kelemahan kita selama ini adalah di data. “Saya sangat setuju dengan data ini kita bisa mengembangkan Ma`arif sehingga bisa bersaing dengan Lembaga Pendidikan lain dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Dengan pendataan ini kita juga bisa mengetahui potensi SDM dan kelemahan-kelemahan kita” Demikian ungkap Muhlisin, yang juga Dosen IAIN Pekalongan. Selain itu, Ketua juga menyampaikan pentingnya data dalam rangka menyusun perencanaan dan pengembangan madrasah mengingat data merupakan Ruh organisasi. Akurasi dan validasi data lembaga, tenaga kependidikan dan siswa dari masing-masing satuan pendidikan, akan kami jadikan bahan analisis sehingga kebutuhan mendasar atau layanan-layanan pendidikan ke depan dapat disesuaikan dengan informasi dan data yang ada”.

Di akhir sambutan, ketua Maarif memberikan alasan, mengapa data disebut sebagai ruh organisasi. Organisasi apapun bentuk dan jenisnya, apalagi organisasi yang mengelola pendidikan, tidak ubahnya kehidupan pada umumnya. Ia lahir, tumbuh, berkembang, dewasa, menua dan akhirnya mati. Sebagai sebuah kehidupan maka semua bagian-bagiannya harus tetap sehat, agar bisa menjalankan fungsinya masing-masing. Kesehatan organisasi dimulai dengan kesehatan datanya. Bagian penting dari kehidupan, termasuk kehidupan organisasi, adalah datanya. Bagian luar yang disebut raga dalam kehidupan juga penting. Akan tetapi, bagian luar atau disebut raga tanpa nyawa atau ruh, maka akan segera membusuk. Sebaliknya, jika nyawa atau ruh yang dimaksudkan itu masih ada, maka organisasi masih bisa bertahan. Dengan data, nyawa organisasi dapat dijadikan sebagai alat penting untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Semakin jelas orientasi dan tujuan organisasi, maka ketersediaan data yang valid merupakan pilar yang memperkokoh eksistensi dan masa depannya. Oleh karena itu, Ketua Maarif mengajak seluruh kepala satuan pendidikan dan operatornya untuk senantiasa memeprbarui data secara secara terus menerus, karena lembaga pendidikan merupakan bidang yang senantiasa dinamis dan banyak sekali tantangannya. (ibnu salym)