Mengenal ibadah haji, siswa MI mengikuti manasik haji

Pekalongan – Sebagai media pembelajaran dan penanaman nilai – nilai agama untuk anak – anak Madrasah Ibtidaiyah, pengurus LP Ma’arif NU kabupaten Pekalongan mengadakan praktik manasik haji untuk siswa Madrasah Ibtidiyah di bawah naungan LP Ma’arif NU. Ahad (8/9) di komplek Islamic Centre Kedungwuni Pekalongan.
Kegiatan ini diikuti oleh 3.000 peserta didik kelas enam dari 59 MI di kabupaten Pekalongan. acara ini dibuka oleh kepala kantor kementrian agama H. Kasiman Muhammad Desqy, M.Ag. dan juga dihadiri kasi pendidikan madrasah, pengurus ma’arif kabupaten Pekalongan, pengawas dan kepala madrasah, dan segenap tamu undangan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan menyambut baik kegiatan ini. Dia mengatakan peragaan manasik haji dalam rangka mengenalkan lebih dini rangkaian ibadah haji kepada peserta didik.
“Peragaan manasik haji sebagai wahana pengenalan lebih dini kepada anak didik tentang rangkaian ibadah haji. Dan terima kasih kepada LP Ma’arif yang sudah ikut mencerdaskan bangsa lewat kegiatan semacam ini dan harapannya pengurus LP Ma’arif selalu berkoordinasi dengan kemenag dalam melaksanakan kegiatan serta saya menganjurkan kepada anak madrasah setelaah lulus harus melanjutkan kejejnjang menengah sambil mondok, AYO MONDOK MONDOK KEREN” tutur Kepala kemenag.
Antara kemenag dan LP Ma’arif harus saling berkoordinasi dalam menlaksanakan kegiatan seperti ini agar bersama – sama dalam rangka mewujudkan nilai – nilai pancasila salahsatunya mencerdaskan penerus bangsa.
“Kegiatan latihan manasik haji ini sebagai pembelajaran untuk anak-anak kita, bahwa iman dan taqwa timbul dari dalam diri kita sejak usia anak-anak, bahkan sejak dini. Menanamkan nilai agama dan moral yang kuat sejak dini menjadi penting karena ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima sebagai tanda penyempurnaan keislaman seseorang. Melalui latihan manasik, Anak dapat mengenal proses pelaksanaan ibadah haji, mulai dari persiapan hingga pelaksanaannya, termasuk memahami syarat, wajib, rukun dan sunah haji Kegiatan ini juga sangat bermanfaat bukan hanya untuk peserta didik saja, tetapi juga untuk guru dan orang tua. Ajang ini juga dapat dijadikan media untuk mempererat ukhuwah islamiyah antar peserta didik, guru, wali murid dan antar satuan pendidikan di lingkungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Pekalongan. Selain beberapa manfaat tersebut kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter anak. Pembiasaan positif tersebut menjadikan para anak kita saling memeberikan contoh yang baik bagi anak lain, jangan sampai anak-anak kita kena pengaruh negative. Harapannya, melalui manasik haji ini bisa melahirkan generasi penerus kabupaten Pekalongan yang tumbuh dengan sentuhan religious, sehingga mampu menjadi tumpuan sebagai anak yang bermanfaat bagi bangsanya dan turut mensyiarkan keluhuran nilai-nilai agama” ujar Muhlisin
Penanaman nilai – nilai moral dan agama harus di terapkan sejak dini melalui kegiatan yang positif seperti halnya praktik manasik haji agar murid mempunyai jiwa religious dan ikut mensyiarkan nilai – nilai agama.